Minggu, 06 November 2011

Kegagalan Abraham Lincoln Yang Menyakitkan

Pernahkah anda gagal?, pertanyaan ini mungkin sering kita dengar.., akan tetapi bagaimana bentuk kegagalan anda?, seberapa banyak kegagalan anda?. Jika anda mengalami kegagalan yang begitu banyak dan menyakitkan cobalah kalian lihat kegagalan dari abraham lincoln dan petiklah pelajaran darinya.


Tahun 1831 kebangkrutan dalam usahanya
Tahun 1832 kalah dalam pemilihan lokal
Tahun 1833 kembali menderita kebangkrutan
Tahun 1835 istrinya meninggal dunia
Tahun 1836 menderita tekanan mental sedemikian rupa sehingga hampir saja masuk rumah sakit
Tahun 1837 kalah dalam kontes pidato
Tahun 1840 gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat
Tahun 1842 menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat
Tahun 1848 kalah lagi di kongres Amerika Serikat
Tahun1855 gagal lagi di senat Amerika Serikat
Tahun1856 kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat
Tahun 1858 kalah lagi di senat
Tahun 1860 akhirnya berhasil menjadi presiden Amerika Serikat

Tambahan
Lucunya... pada saat Abraham lincoln menjadi presiden dia berkata, "Ternyata sekarang saya baru sadar bahwa saya ditakdirkan sebagai presiden". Mengapa beliau mengatakan hal demikian?, karena melihat perjuangannya yang terus - terusan gagal saat mencalonkan diri dalam berbagai hal, Eh.. kebetulan aja pas nyalonin diri jadi presiden berhasil Hahha... , Akan tetapi pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa semangat pantang menyerahnya yang menjadikan dia hebat, bukan jabatannya.

Jumat, 04 November 2011

Arti kebahagiaan yang sebenarnya


Kebahagiaan tidak memiliki jawaban yang sama, juga tidak memiliki pola yang tetap. Makna dari kebahagiaan, sangat berlimpah tanpa batasan, harus menggunakan jiwa kita sendiri untuk menangkapnya.


Sebuah musik yang indah, sebuah lagu yang disukai, secangkir teh atau kopi, sebuah ucapan salam yang hangat, sebuah ucapan pesan penuh perhatian, sepoi angin sejuk di awal musim panas..... semua ini bisa membuat orang merasakan sebersit kebahagiaan.....


Jika seseorang mempunyai jiwa dan pikiran yang tidak rumit, maka orang tersebut akan dengan sangat mudah mendapatkan kebahagiaan.


Misalkan seperti ketika kita sedang kehausan dan menemukan sekolam air yang jernih, di tengah dinginnya musim dingin mendapatkan seberkas sinar cahaya mentari yang hangat dan lain sebagainya, kesemuanya ini bisa membawa kebahagiaan dan kegembiraan yang sesungguhnya bagi banyak orang.


Kemungkinan bagi sebagian orang yang memiliki keinginan tinggi, mereka menganggap masalah ini sebagai sesuatu peristiwa yang tepat dan layak, memandang berkah dari langit dan keberuntungan dalam kehidupan sebagai hal yang sudah sewajarnya, hanya ketika mereka sudah mendapatkan benda yang mereka inginkan, barulah mereka merasakan sedikit kepuasan, cara berpikir semacam ini sudah jelas sangat jauh dari kebahagiaan sesungguhnya.


Sering berdiskusi dengan teman-teman yang masih muda mengenai topik apakah kebahagiaan yang sesungguhnya. Saya pribadi beranggapan bahwa perasaan kebahagiaan dari seseorang pada akhirnya tergantung pada besar kecilnya hasrat keinginan dari orang itu dan nilai sebenarnya yang dia dapatkan, dimana ia menganggap kebahagiaan sama dengan penghasilan/keinginan.


Arti dan hubungan kebahagiaan dari rumus ini ialah taraf dari kebahagiaan berbanding lurus dengan penghasilan, semakin banyak penghasilan seseorang, taraf kebahagiaan dia semakin besar.


Akan tetapi, bersamaan itu dia juga memiliki perbandingan terbalik dengan hasrat keinginan seseorang. Yakni semakin banyak hasrat keinginan seseorang, taraf kebahagiaan dia semakin kecil. Hasrat seseorang semakin besar dan kuat, bersesuaian dengan perasaan dia seharusnya merasakan semakin menderita, atau boleh dikatakan bahwa dia tidak bisa mendapatkan kebahagiaan. Karena materi itu ada batasnya sedangkan hasrat keinginan adalah tanpa batas.


Dari sini sudah jelas, puas akan apa yang telah diperoleh akan selalu bergembira, hati bersih dan sedikit hasrat keinginan dapat merasakan kebahagiaan selalu berada, mempertahankan sebuah hati yang sederhana, akan selalu merasakan kegembiraan yang seharusnya berada di dalam jiwa ini.


Suatu hari, di dalam perjalanan pulang dari kantor melewati tempat konstruksi gedung yang sedang dibangun dekat pepohonan kelapa yang disinari oleh mentari senja.


Sekelompok pekerja bangunan asing, berpakaian lu-suh sedang santai merebahkan diri di atas pasir yang ada di pinggir pantai. Ada yang sedang tidur dan ada yang tidak, wajah senyum mereka yang polos termasuk senyuman yang muncul dari lubuk jiwa yang paling dalam, terang dan cemerlang.


Saya mendadak terpengaruh oleh suasana yang bergembira itu, perasaan bahagia mereka terus berada di dalam ingatan saya sepanjang masa. Kemungkinan mereka bahkan tidak mengerti bahagia itu apa, namun kegembiraan yang sesungguhnya adalah mereka sekelompok orang yang sederhana.


Di dalam kehidupan ini kebahagiaan yang sederhana berada di mana-mana, bukan karena luas dari bidang yang membuat orang menjadi bahagia itu yang terlalu kecil, tetapi manusia yang kurang dapat merasakan dan mengenal kebahagiaan jiwa.


Saya juga teringat pada suatu kejadian, saya pernah melihat sepasang suami-istri pengemis di pinggir jalan, yang masing-masing ingin mengalah untuk menikmati sepotong roti yang sudah jamuran, ketika itu saya juga bisa merasakan kebahagiaan yang termasuk milik orang miskin.


Ditengok dan dipikir kembali, bagi mereka yang setiap hari disertai oleh beraneka macam jenis makanan lezat, bahkan ada yang masih mengeluh jenis makanan ini enak dan itu tidak enak, tetapi mereka dari awal hingga akhir tidak pernah mencicipi makanan yang benar-benar lezat dan nikmat, karena rasa tersebut hanya bisa dirasakan memakai jiwa dan kasih.


Sederhana mungkin adalah kebahagiaan. Kebahagiaan tidak memiliki jawaban yang sama, juga tidak memiliki pola yang tetap. Makna dari kebahagiaan sangat berlimpah ruah, tanpa batasan, harus menggunakan jiwa kita sendiri untuk menangkapnya.


Sebuah musik yang indah, sebuah lagu yang disukai, secangkir teh atau kopi, sebuah ucapan salam yang hangat, sebuah ucapan pesan penuh perhatian, sepoi angin sejuk di awal musim panas..... semua ini bisa membuat orang merasakan sebersit kebahagiaan.


Hidup dengan kesederhanaan, Anda dengan mudah akan menghayati kebahagiaan di dalam kehidupan. Tanpa rintangan tidak akan ada keinginan, tanpa keinginan tidak akan ada permintaan, tanpa amarah tidak akan ada musuh, tanpa keluhan, hati akan menjadi lapang, semua kerisauan hanya bersumber dari keterikatan yang tidak bisa dilepaskan.


Maka dari itu, belajarlah hidup dengan kesederhanaan, dengan baik melewatkan kehidupan sehari-hari tanpa keinginan dan permintaan, itu adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. (Lin Ming/The Epoch Times/lin)

BUNGAKU

by : Matrix

Tak pernah aku menduga
Takdir tak seindah mimpiku
Sejenak aku tak percaya
Tak percaya
Mekar bunga di taman hatiku
Layu sudah sebelum berkembang
Sesalku tak bisa menahan
Kepergianmu

Bukan perpisahan yang kutangisi
Namun pertemuan yang ku sesali
Bila semua harus berakhir
Seperti ini

 Di setiap bangun dari tidurku
Terasa ada kau masih bersamaku
Tak ‘kan mudah ‘tuk melupakanmu
Perlu banyak waktu untukku

 Biarlah ‘kan ku simpan namamu
Di dalam hatiku seumur hidupku
Biarkanlah aku yang menjaganya
Cinta akan selalu untukmu
Bungaku…

Selasa, 01 November 2011

The Fairie's Cake

   Once upon a time, there was a women who best baked a cake in the world. Her name is Lucy. One day, she stolen by the fairies and she locked in the kitchen in fairyland. The fairies command to Lucy to make a best cake.
   Lucy thought, "how can she make a cake without flour, eggs, sugar, bowl and another ingredients?" so, the fairies must went to lucy's house to take the ingredients. when lucy started to make a cake, lucy remember her baby, her husband, her cat and her dog. so the fairies must went to lucy's house again to take lucy's family and lucy's pets. but the fairies very tired because lucy always command they to came and back until their wings broked and finally they can't flew, so they must walked.
   at last, lucy ready to make a cake, but "where's the oven?" so, the fairies must went to lucy's house again to take the oven. and lucy make a plan. so, when the fairies came with oven, lucy started her plan, her husband was singing, her baby was crying, her cat was yowling, and her dog was roaring. because the fairies very tired, so they chased lucy to came back her house, but lucy command they to came back her oven. and finally lucy's family and pets back to their house.
because felt fault, when the oven came back, lucy make a best cake to the fairy. but tomorrow, the cake was lost.

Selasa, 25 Oktober 2011

WA NDIU-DIU

once upon atime there lived a women with two children, he only lived three because her husband was dead . the elder brother named la ntrungkoleo and the younger named la mbata-mbata . the live in poverty, to eat every day is so hard but the mother tried to please both children .
one day two children want to eat fish and asked his mother to find fish to eat. her mother went looking for fish . after a while his mother is not coming back because it has become a mermaid ( wa ndiu-diu ).
every day of her two children were crying . every day they also went looking for her mother on the seafront. the second boy was very sorry that he had told his mother to find fish for them .
now their mother will not return . they  often sang alongside the sea for his mother . " oh my mother the mermaid, let's feed my brother my brother la mbata-mbata, and i la nturungkoleo".

Cerita Wandiu-diu dari Buton

Mai rangoa tula-tulana wandiu-ndiu, dalam bahasa Indonesia yang artinya mari kita dengar ceritanya ikan duyung.  Ikan duyung selalu diidentikkan dengan cerita-cerita fiksi yang menarik, bagaimana tidak ikan duyung  sering dilukiskan, ikan yang mempunyai sosok setengah manusia setengah ikan. Orang kebanyakan biasanya mengenal ikan duyung dengan cerita Putri Duyung yang fenomenal.
Ikan duyung, di daerah P. Buton dengan Bahasa Wolio mengenalnya dengan sebutan Diu, konon ikan  duyung ini adalah binatang yang sangat dicari-cari karena terkenal dengan air matanya, yang mempunyai khasiat baik dalam pengobatan maupun dalam dunia magis. Wallahualam Bishawab…..
Di Pulau Buton, Propinsi Sulawesi Tenggara, punya cerita rakyat mengenai ikan duyung ini, alias Diu.

Dahulu kala hiduplah seorang wanita dengan dua orang anaknya, dia hanya tinggal bertiga karena suaminya telah tiada. Kedua anaknya diberi nama, sang kakak bernama La Nturungkoleo dan sang adik bernama La Mbata-mbata . Mereka hidup dalam kemiskinan, dan sangat memprihatinkan, untuk makan sehari-hari begitu susahnya, akan tetapi namanya seorang ibu tidak ingin melihat anaknya menderita dan mati kelaparan. Si Ibu berusaha mati-matian untuk membahagiakan kedua putranya, karena di daerah kami seorang anak laki-laki mempunyai panggilan khusus yaitu dipanggil dengan awalan LA, misalnya LA ANDI, begitu pula dengan perempuan dipanggil dengan awalan WA misalnya WA ENI.
Lanjut…….suatu hari kedua anaknya merintih ingin makan ikan, dan merengek pada ibunya untuk mencarikan ikan untuk mereka, maka si Ibu berangkatlah ke laut untuk mencari ikan, dan kepergiannya itu membuatnya untuk pergi dan tidak kembali lagi, konon si Ibu telah menjadi seekor duyung, yang dikenal dengan sebutan WA NDIU-NDIU, setiap hari kedua anak itu pergi ke laut menanti ibunya untuk kembali pada mereka, akan tetapi takdir berkata lain ibunya telah pergi dan takan pernah kembali, menyesalah kedua anaknya, gara-gara ingin makan ikan membuat ibunya pergi untuk selamanya, maka tinggalah mereka berdua sebatang kara di dunia ini.
Setiap kali kedua anak itu ketepi laut, mereka sering bernyanyi untuk menghibur diri mereka, dan berharap si Ibu mendengarkan dan mau kembali ke daratan, berikut penggalan lagunya :
“Wa Ina Wa ndiu-ndiu maipa susu andiku, andiku La Mbata-mbata, wa kaaku La Ntrungkoleo”
(Wahai mamaku si ikan duyung, marilah susuin adikku, adikku La mbata-mbata, kakakku La nturungkoleo)

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari penggalan cerita rakyat di atas, yaitu kita harus senatiasa berbakti kepada kedua orang tua kita, terutama ibu, yang telah melahirkan dan merawat kita dengan penuh kasih sayang, dan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa…..

Jumat, 21 Oktober 2011

kisah dari sebatang pensil

“Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya” (Pepatah Jepang)

Kali ini saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.

“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.”

“Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal ”.

“Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia ”.

“Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu ” .

“Kelima. Di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya. Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi hingga potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu dibuat ”.

Sejak itulah, pensil-pensil itu pun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya.

(author unknown)

~~~

Sahabatku, pensil-pensil ini pun mengingatkan kita mengenai tujuan dan misi kita berada di dunia ini. Saya pun percaya bahwa bukanlah tanpa sebab kita berada dan diciptakan ataupun dilahirkan di dunia ini. Yang jelas, ada sebuah purpose dalam diri kita yang perlu untuk digenapi dan diselesaikan.

Sama seperti pensil itu, begitu pulalah diri kita yang berada di dunia ini. Apa pun profesinya, saya yakin kesadaran kita mengenai tujuan dan panggilan hidup kita, akan membuat hidup kita menjadi semakin bermakna.

Semoga bermanfaat sobat.... SALAM MOTIVASI...

sumber: cerita motivasi